blank

Kumpulan Doa Umroh: Arab, Latin dan Terjemah

Setiap muslim tentu perlu memahami tata cara ibadah umroh yang sesuai tuntunan sunnah. Begitu juga dengan doa-doa umroh yang dibaca selama perjalanan, karena pada hakikatnya tujuan umroh adalah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى.

Dalam menjalankan ibadah umroh, terdapat beberapa doa atau bacaan yang dianjurkan untuk dilafalkan. Mulai dari niat umroh, doa saat memasuki masjid, doa ketika pertama kali melihat Ka’bah, hingga doa setelah rangkaian umroh selesai dilaksanakan.

Bacaan Niat Umroh

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً

Labbaika Allahumma Umratan.

Artinya :

“Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk niat berumroh.”

Tambahan Bacaan Setelah Niat Umroh

Bacaan ini dianjurkan dibaca jika ada kekhawatiran tidak dapat menyelesaikan umrah disebabkan karena sakit atau adanya penghalang lain, maka dibolehkan mengucapkan persyaratan setelah mengucapkan niat umrah dengan membaca,

اللَّهُمَّ مَحِلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي

“Allahumma mahilli haitsu habastani”

Artinya:

Ya Allah, tempat tahallul di mana saja Engkau menahanku.

Bacaan Talbiyah

Bacaan talbiyah merupakan zikir yang utama dan dianjurkan dibaca setelah membaca niat umroh, selama perjalanan dari Madinah ke Makkah ataupun bagi yang miqat di pesawat ataupun lainnya. Bagi laki-laki anjuran membacanya dengan keras, dan bagi wanita dibaca dengan lirih.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَك لَبَّيْكَ ، إنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَك وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَك

“Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”.

Artinya:

Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu).

Doa Masuk Masjid (Masjidil Haram)

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

“Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik”

Artinya:

Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu. (HR. Muslim no. 713)

Doa Memulai Tawaf Umroh (Sejajar Hajar Aswad)

Ketika memulai tawaf umroh kita disunnahkan mencium hajar aswad, jika tidak bisa maka boleh menggunakan alat (tongkat) kemudian mencium alat (tongkat tersebut), atau jika tidak bisa keduanya, maka cukup berisyarat dengan mengangkat tangan kanan ke arah hajar Aswad, kemudian membaca.

بِسْمِ اللهِ ,اَللهُ أَكْبَرُ

Bismillah, Allahu Akbar

Artinya:

Dengan nama Allah, Allah Maha Besar

doa ini dibaca setiap awal putaran tawaf

Doa Ketika Tawaf Putaran 1 sd. 7

Tidak ada doa khusus ketika melaksanakan tawaf, kecuali pada saat berada di antara rukun Yamani dan Hajar Aswad ada doa yang diajarkan nabi kita. Pada saat tawaf sahabat bisa membuat daftar doa apa saja sesuai hajat (keinginan) kita masing-masing. Misalnya, berikut ini kami berikan referensi bacaan doa yang bisa dibaca pada setiap putaran tawaf.

a. Bacaan Doa Tawaf Pujian-pujian

Pada tawaf putaran pertama kita bisa membaca memperbanyak pujian-pujian seperti;

سبحان الله

Subhanallah

Artinya: Maha Suci Allah.

الحمد لله

Alhamdulillah

Artinya: Segala puji bagi

الله أكبر

Allahu Akbar

Artinya: Allah Mahabesar.

kemudian membaca doa-doa berikut:

b. Doa Mohon Tawaf Ampunan Diri, Orang tua dan Orang-orang Beriman

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Robbanagh-firli wa liwaalidayya walil mu’miniina yauma yaquumul hisaab.

Arti: “Ya Tuhan kami, berikanlah ampunan kepadaku dan kedua ibu bapakku dan orang-orang yang beriman pada hari terjadinya hisab (hari kiamat). (QS. Ibrahim: 41)

c. Bacaan Doa Tawaf Memohon Rezeki Halal dan Kecukupan

اللَّهُمَّ اكْفِني بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Allahummakfini Bihalalika ‘An Haramika, Wa Aghnini Bifadhlika ‘Amman Siwak

Artinya:

Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal, jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak bergantung pada selain-Mu. (HR. Ibnu Majah no. 2144)

c. Bacaan Doa Tawaf dari Rukun Yamani ke Hajar Aswad

Ketika berada diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, doa berikut yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar”

Artinya: Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka). (QS. Al Baqarah: 201)

d. Bacaan Doa selesai Tawaf

Setelah selesai tawaf, bagi laki-laki menutup kembali pundaknya sempurna dengan kain ihram, kemudian menuju makam Ibarim sambil berdoa.

وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

“Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla”

Artinya: Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. (QS. Al Baqarah: 125).

Doa Minum Air Zam-zam

Setelah selesai sholat sunnah tawaf dua rakaat, dianjutkan meminum air zam-zam dengan membaca doa berikut:

اللهم اني أسألُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا واسعًا

Allaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqan waasi’an, wasyifaa-an min kulli daa-in.

Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari tiap penyakit”.

Doa Ketika Menuju Bukit Safa

Ketika sahabat menuju ke bukit Shafa untuk melaksanakan Sa’i umrah dan jika telah berada di dekat bukit Shafa, kemudian membaca,

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ

“Innash shafaa wal marwata min sya’airillah”

Artinya: Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. (QS. Al Baqarah: 158).

kemudian  ucapkan juga tambahan doa berikut,

نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ

“Nabda-u bimaa bada-allah bih”.

Artinya: Kami memulai dengan apa yang telah Allah mulai

Doa Ketika Berada di Bukit Shafa atau Bukit Marwa

Ketika sahabat menaiki bukit Shafa, kemudian menghadap ke arah Ka’bah hingga melihatnya (jika hal itu memungkinkan), kemudian membaca doa berikut:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qadiir

Lā ilāha illallāhu waḥdahu anjazā wa‘dahū wa naṣara ‘abdahū wa hazamal-aḥzāb waḥdah

Artinya:

“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar

Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian.”

Doa Ketika di antara Bukit Shafa dan Marwa

اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ

“Allahummaghfirli warham wa antal a’azzul akrom”

Artinya: Ya Rabbku, ampuni dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa dan Maha Pemurah)

Scroll to Top